Manfaatkan Komik, Anak Pun Berkembang
Rabu, 27 Agustus 2008 | 17:00 WIB

KOMIK adalah bacaan yang sangat popular. Banyak anak menyukai jenis bacaan ini. Mengapa anak menyukai komik bukanlah suatu pertanyaan yang sulit dijawab. Bagi anak komik sangat menarik karena penuh dengan gambar. Hal ini membuat komik menjadi begitu mudah untuk dipahami, bahkan oleh anak yang belum fasih membaca. Perpaduan banyak gambar dengan sedikit teks pada komik juga membuat anak tidak perlu mengerahkan daya konsentrasi tinggi untuk memahami isi ceritanya. Anak-anak bisa merasa rileks ketika menikmati ulah tokoh-tokoh dalam komik.

Begitu gemarnya anak dengan komik bahkan ada yang sampai kecanduan. Setiap ada kesempatan dihabiskan untuk membaca komik. Jika sudah membaca, mereka sulit dialihkan kegiatannya. Banyak aktivitas tertunda. Mereka jadi malas mandi, malas makan, malas mengerjakan tugas rumah, malas belajar, dst. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah. Anak jadi kurang bisa mengendalikan diri. Sering pula terjadi, anak jadi meniru semua kebiasaan si tokoh dalam komik. Jika yang ditiru adalah kebiasaan baik, maka tidak ada masalah. Namun berbeda jika anak menjadi meniru kebiasaan buruk.

Di sisi lain, sebenarnya komik juga memiliki dampak yang positif. Dengan membaca komik, anak dapat berkembang imajinasinya. Selain itu, menurut Hurlock (1978), komik dapat memberikan model yang dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian anak.

Menyikapi pro kontra dampak komik di atas, ada beberapa hal yang sekiranya dapat dipertimbangkan untuk dilakukan oleh orang tua. Pertama, dampingi dan tumbuhkan sikap kritis pada anak ketika mereka membaca komik. Buka diskusi dengan akan mengenai isi cerita dalam komik yang dibacanya. Tanyakan kepada anak siapa tokoh yang disukai atau tidak disukai dan mengapa ia menyukai atau tidak menyukainya. Ajak pula anak untuk menilai dan mengkritik hal-hal yang relevan dengan kehidupan nyata. Misalnya mana yang baik dan buruk, mana yang layak ditiru dan mana yang tidak, dst.

Kedua, pilih komik yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak dan berikan komik dengan tema cerita yang bervariasi. Variasi tema ini dapat memberikan tambahan wawasan pengalaman yang beragam bagi anak.

Ketiga, seimbangkan antara kebutuhan berkebiatan pasif dan aktif. Membaca komik adalah jenia kegiatan pasif yang membuat anak tidak banyak bergerak, sedangkan kegiatan aktif adalah jenis kegiatan yang banyak menggerakkan tubuh. Kegiatan aktif akan mengembangkan kemampuan psikomotorik anak, sedangkan kebiasan membaca yang pasif ini lebih banyak menstimulasi kognisi intelektual anak. Maka agar psikomotorik maupun kognisinya berkembang, anak perlu dibiasakan untuk melakukan kedua jenis kegiatan tersebut secara seimbang.


M.M. Nimas Eki Suprawati, Psi., M.Si, dosen psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Share on Facebook
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Hari @ Minggu, 2 November 2008 | 07:24 WIB
Semua komik itu menghibur, bisa bikin kita berimajinasi secara liar. tapi dalam batas yg wajar. yang penting kalau suka komik, pasti udah punya 2 kemampuan yaitu SUKA MEMBACA dan BISA BERIMAJINASI. tapi pilihlah yg sesuai umur.
infra46 @ Jumat, 5 September 2008 | 07:38 WIB
saya sangat setuju dengan wacana diatas,..dengan memilih komik yg baik dan mengandung edukasi akan membantu pribadi dan kreatifitas anak yg imajinatif..
Sinta @ Rabu, 3 September 2008 | 12:04 WIB
Ketika saya kecil, saya sudah dibiasakan membaca buku...apapun bentuknya, mulai dari buku dongeng sampai komik, sehingga kebiasaan itu terus dibawa sampai sekarang, dan hal tsb membawa dampak yang sangat besar. Namun sekarang banyak sekali komik2 dewasa yang beredar, sehingga diharapkan orangtua juga turut serta dalam memilih bacaan yang berkualitas untuk sang anak.
jono @ Selasa, 2 September 2008 | 06:28 WIB
Waktu saya(mungkin juga anda) masih kecil juga suka baca komik, tapi komik saat itu tidak beredar sebanyak saat ini, jadi pengaruhnya secara umum tidaklah terlalu besar. Dengan perkembangan beragam jenis komik saat ini yang semakin imaginatif didukung kemajuan teknologi kita harapkan membawa pengaruh yang lebih positip bagi perkembangan anak-anak zaman sekarang. Semoga anak-anak menjadi tambah pintar untuk hal-hal yang positif.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
27