Wujud Candi Induk Losari Terungkap
Tim Balai Arkeologi Yogyakarta bersama Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggali situs candi induk Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (25/8).
Selasa, 26 Agustus 2008 | 07:28 WIB

MAGELANG, SELASA - Setelah dua minggu menggali, tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta berhasil mengungkap wujud candi induk Losari yang terletak di Desa Losari, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satu bagian candi induk yang ditemukan dua hari lalu itu diduga sebagai dinding sisi barat candi.

Lokasi candi induk sekitar 8 meter dari Candi Perwara (candi pelengkap) yang ditemukan pada penggalian tahap pertama 2007, dengan kedalaman 3 meter. Ketua tim peneliti Candi Losari Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Daru Tjahyono, mengatakan, penggalian yang dimulai 10 Agustus itu merupakan lanjutan penggalian tahap pertama pada 2007.

"Pada penggalian pertama, kami hanya menemukan satu candi perwara. Penggalian kali ini untuk mengetahui seluruh bangunan utama Candi Losari," kata Baskoro ketika ditemui di lokasi penggalian, Senin (25/8).

Seperti candi Hindu kuno lainnya, tutur Baskoro, kompleks candi terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara yang sekelilingnya dipagari. Setelah melihat sepenggal wujud bangunan candi induk dan estimasi jaraknya dengan candi perwara, Baskoro memperkirakan luas Candi Losari 25 meter x 25 meter. "Candi induknya diperkirakan 9 meter x 9 meter," ujarnya.

Candi Losari pertama kali ditemukan Muhammad Badri (52) pada 11 Mei 2004 saat menggali lubang untuk keperluan irigasi di kebun salak miliknya. Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta mulai menggali situs itu pada 2007.

Candi ini merupakan candi Hindu, di abad ke-9 Masehi dari zaman Kerajaan Mataram Kuno. ”Itu terlihat dari relief (ukiran) di salah satu candi perwara yang telah terungkap,” ujar Baskoro.

Candi ini terkubur lahar dingin letusan Gunung Merapi--diperkirakan terjadi 925-928 Masehi. Berdasar jarak antarcandi (0-2 km), candi ini dimasukkan dalam kelompok Candi Gunung Wukir bersama Candi Mantingan.

Ahli Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Djoko Dwiyanto mengatakan, dari ukuran yang termasuk kecil, Candi Losari diperkirakan dipakai oleh masyarakat desa atau kota kecil. Meski demikian, candi itu tetap mempunyai arti penting. "Dari candi ini kita dapat mengetahui perkembangan agama Hindu sampai ke tingkat lokal," katanya.

Menurut Dwi, pengungkapan candi Losari semakin membuka peluang penemuan-penemuan candi baru di wilayah Yogyakarta dan Jateng. "Dari hasil survei bawah tanah diketahui ada ratusan candi di antara Borobudur dan Prambanan yang belum terungkap," ujarnya. (ENG)



Sumber : Kompas Cetak
Nilai 5.1 A A A
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
suci @ Minggu, 7 September 2008 | 12:03 WIB
Ini adalah berita yang sangat menyegarkan. Semua candi-candi yang ditemukan itu supaya segera dikembalikan fungsi awalnya, yaitu tempat ibadah untuk umat Hindu di Jawa. Bangsa Nusantara adalah bangsa yang agung dan berperadaban tinggi. Marilah kita berjuang bersama untuk meraih kembali kejayaan ini.
salim @ Sabtu, 6 September 2008 | 03:55 WIB
wow....keren!ada candi baru.gali trus sepertinya masih banyak candi yg belum terungkap.banyak tu kisah2 mitos masyarakat yg blum ada bukti sejarahnya. kalo bisa jangan cuma di gali tp juga dirawat.merdeka...!
lingkungan @ Minggu, 31 Agustus 2008 | 09:24 WIB
abis digali dipindahken aja candinya jadi lingkungan tetep hijau, bukannya malah tambah rusak.
Lintang79 @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 21:54 WIB
Bravo, saya harap penemuan ini terus berlanjut dan kelak warga negara Indonesia mau menghargai sejarah bangsanya sendiri.
rie @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 19:35 WIB
ya ampun, gw pengen bgt nunjukkin ke cowo gw ma temen2 gw disini, klo indonesia tuh punya banyak tempat2 sejarah yang wajib dikunjungin juga... selamat ya buat para peneliti... semangat terus!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile55
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS