Sudah 10 Jenis Kupu-kupu Ditangkarkan di Subang
Selasa, 19 Agustus 2008 | 03:55 WIB

SUBANG, SENIN - Dari sekira 300 jenis kupu-kupu yang berada di taman penangkaran kupu-kupu, di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hingga kini baru 10 jenis kupu-kupu yang bisa dikembangbiakan. Pihak pengelola penangkaran kupu-kupu tersebut mengaku kesulitan mencari jenis daun yang merupakan pakan ulat sebelum berubah menjadi kupu-kupu jenis tertentu.

"Kami terus melakukan pencarian jenis pakan itu, agar kupu-kupu yang kami kembangkan bisa bertambah," kata Karyana, pengelola penangkaran kupu-kupu di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Subang, di Subang, Senin (18/8).

Ke-10 jenis kupu-kupu yang bisa dikembangkan di tempat penangkaran kupu-kupu itu ialah kupu-kupu jenis Papilio memnon, Papilio demogus, Papilio polytus, Papilio helamus, Graphium agamemnon, Graphium evemon, Graphium sarvidon, Euplora core, Euplora mulciber, dan Troiedes helena.

"Secara umum, ke-10 jenis kupu-kupu yang dikembangkan itu memang selalu ada yang mencari. Tapi, pemesanan kupu-kupu jenis Troiedes helena lebih sering. Begitu juga kupu-kupu jenis Papilio memnon, banyak dicari penghobi kupu-kupu," katanya. Ia mengatakan selain dari Kabupaten Subang, para pemesan kupu-kupu itu juga berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta dan Bandung. Para penghobi kupu-kupu dari luar negeri seperti Belanda dan Swiss juga tidak jarang mendatangi penangkaran kupu-kupu di Desa Cicadas, untuk mencari kupu-kupu yang disenanginya.

"Kupu-kupu yang bisa dikembangkan itu biasa dijual dengan harga bervariasi, antara Rp20-40 ribu per ekor. Sedangkan jenis kupu-kupu yang belum bisa dikembangkan, untuk sementara ini tidak dijual," katanya. Untuk beberapa waktu ke depan pengembangan kupu-kupu di penangkaran yang dikelolanya itu diharapkan dapat bertambah, tidak hanya 10 jenis kupu-kupu itu.



Sumber : Antara
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
pecinta alam @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:18 WIB
Kita hrs melestarikan setiap jenis hewan, spy generasi mendatang tetap bisa melihatnya, alam memang hrs di"RAWAT"
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile43
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS