Burung Berdada Oranye Spesies Baru dari Gabon
Burung robin hutan spesies baru yang ditemukan Brian Schmidt di hutan Gabon.
Senin, 18 Agustus 2008 | 05:10 WIB

WASHINGTON, SENIN - Seekor burung yang memiliki warana dada oranye cerah yang hidup di pedalaman hutan Gabon, Afrika dipastikan sebagai spesies baru. Para ilmuwan telah memberinya nama Stiphrornis pyrrholaemus dan menyebutnya burung robin hutan berpunggung olive,abu-abu kehijauan.

Tes genetika memastikan burung yang memiliki panjang sekitar 12 centimeter dan berat 14 gram itu memiliki keunikan dibanding spesies burung sejenis. Tim peneliti dari Institut Smithsonian yang menemukan burung tersebut melaporkannya dalam jurnal Zootaxa terbaru.

"Saya mulai penasaran saat menemukannya untuk pertama kalinya di Gabon sejak tidak ada deskripsi spesies yang sesuai dalam panduan lapangan," ujar Brian Schmidt, ahli burung dari Museum Nasional Smithsonian seperti dilansir Reuters. Penampilan yang paling mencolok dan membedakannya dengan burung lainnya adalah titik berwarna putih di dekat kedua matanya.

Seperti dideskripsikan dalam jurnal ilmiah, burung yang berjenis kelamin jantan memiliki bulu kerongkongan dan dada berwarna oranye, perut kuning, punggung olive, dan kepala hitam. Sementara burung betina memiliki warna mirip namun sedikit lebih cerah.

Meski penemuan spesies robin hutan berpunggun olive ini bukan tujuan utama proyek kami, hal tersebut sungguh pengingat bahwa dunia masih penuh kejutan," ujar Schmidt yang menemukannya secara tak sengaja.


WAH
Nilai 5 A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sihab @ Jumat, 19 September 2008 | 14:42 WIB
burungnya asal gabon tapi yang nemuin kok orang luar? kayak di Indonesia aja
apai @ Rabu, 10 September 2008 | 13:39 WIB
nanti saya deh yang nemuin spesies baru di Indonesia
anie @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 09:49 WIB
halooo, pada kemana ya para peneliti indonesia beserta hasil penelitiannya? abiiis, biaya penelitian yang tersedia sangat minim dan hasilnya juga tidak dipublikasikan secara luas. sayang ya.
Genjoe @ Kamis, 21 Agustus 2008 | 11:03 WIB
Kalo di Indonesia banyak peneliti, mungkin banyak juga burung langka yang akan ditemukan.....!!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile56
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS