Penemuan Ular Terkecil Banyak Dicibir
Ilustrasi Leptotyphlops carlae, spesies ular terkecil di dunia.
Selasa, 12 Agustus 2008 | 07:08 WIB

SAN JUAN, SELASA — Berita mengenai penemuan ular terkecil di dunia tidak hanya mendapat tanggapan miring dari pembaca Kompas.com, tapi juga dari  sejumlah pembaca di luar negeri. Mereka mencibir temuan spektakuler yang segera menyebar melalui halaman blog dan siaran radio.

Rata-rata pembaca akan berkomentar bahwa ular tersebut bukanlah hal yang luar biasa. Beberapa mengatakan pernah bahkan sering melihatnya di sekitar rumah, terutama saat mereka masih kecil.

"Yang gituan mah ga aneh, kami di Jawa Barat (Tasikmalaya) sering menyebutnya Orang Taneuh (Ular Tanah). Jadi bukan penemuan baru tapi baru pada tau aja tu bule...," tulis komentar dengan nama Denny. Pembaca yang mengaku dari Semarang, Garut, Sumedang, dan Depok juga mengaku pernah melihatnya.

Komentar senada ternyata juga datang dari warga Pulau Barbados sendiri. Bahkan, komentar tersebut lebih pedas lagi.

"Bagaimana nggak gila, orang itu datang ke sini dan menamai ular tersebut dengan nama istrinya?" ujar Margaret Knight, salah satu penulis di blog Barbados Free Press. Ular yang ditemukan S Blair Hedges dari Pennsylvania State University itu memang diberi nama Leptotyphlops carlae yang diambil dari nama istrinya, Carla.

Hedges mengakui bahwa ular yang hanya tumbuh tak lebih dari 10 cm tersebut mungkin memang bukan spesies langka. Ia juga memahami mengapa penduduk Barbados marah karena sudah biasa melihatnya.

Namun, secara ilmiah, ular tersebut belum pernah dideskripsikan dan Hedges adalah orang pertama yang melakukannya sehingga dia memiliki hak untuk menentukan nama ilmiahnya. Hasil analisis genetika yang dipublikasikannya dalam jurnal Zootaxa juga menunjukkan bahwa spesies tersebut belum pernah tercatat.

Ia mengatakan, kebanyakan spesies baru sebelumnya memang sudah diketahui oleh penduduk lokal. Bahkan, ia sendiri menggunakan sampel spesies yang diambil tahun 1889 dan 1963 untuk membandingkan sifat genetik ular tersebut.

Sebagai pakar biologi evolusi, Hedges sangat teratrik pada hewan-hewan berukuran kecil. Sebelumnya, ia dan timnya juga menemukan kadal terkecil di dunia di Republik Dominika dan katak terkecil di dunia di Kuba.

Nah, dengan kejadian ini seharusnya kita sadar bahwa banyak kekayaan alam yang selama ini kita abaikan begitu saja.


WAH
Sumber : AP
Nilai 2.71 A A A
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Dana @ Jumat, 24 Oktober 2008 | 12:32 WIB
tu beneran ular kan..? semoga bukan cacing ya... trus klo emang ular, rasanya enak gak ya....?
Giselle @ Sabtu, 20 September 2008 | 20:08 WIB
ehhh ga salah tangkep tuuhhh gak ketuker kan sama cacing??!!
kendedes @ Selasa, 16 September 2008 | 06:27 WIB
dulu ketika sering main di ladang jagung pas panen..banyak ular2 ini...pernah nangkap 2 ekor....(pengoleksi ular sih)..yg satu 9 bulan tetep aja sebesar cacing pohon pisang..tp yg satu malah tumbuh cepet n ternyata cobra hitam!!! ..sekarang dah sebesar lenganku.(7 th umurnya sejak ditangkap)
introzip @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 01:29 WIB
Modalnya cuma: 1. Panjangkan Antena Wawasan 2. Pintar "Bahasa Kentang" mempublikasikan hasil penelitian ke Jurnal internasional. Ini adalah peluang bagi para peneliti Indonesia.
prad @ Minggu, 24 Agustus 2008 | 10:49 WIB
wah.... kita harus lebih peduli lg dgn kekayaan alam kita...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile56
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS