Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ary mengatakan, standar konstruksi rumah susun sederhana milik atau rusunami sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2007. Menurut Yusuf, desain boleh berbeda demi menarik konsumen, tetapi kekuatan konstruksi tidak boleh dikurangi. Hal itu dikatakan Menpera
saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Rusunami City Park di Cengkareng, Jakarta Barat.
Sebelumnya, anggota Dewan Kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia, Ronald Londam Tambun, mengemukakan, hingga saat ini masih banyak pembangunan rusunami yang belum efisien, bahkan ada beberapa pengembang yang melanggar ketentuan pembangunan rusunami.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden mengkritik konstruksi Rusunami City Park. "Wapres meminta ventilasi udara diperbanyak supaya tidak perlu memasang pendingin ruangan," ujar Yusuf Asy'ary.
Rusunami City Park dibangun Perum Perumnas dan PT Reka Rumanda Agung Abadi. Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief, animo masyarakat untuk membeli rusunami semakin tinggi.
Itu, antara lain, ditunjukkan dengan tingginya penjualan Rusunami Perumnas di Kemayoran. Dari 1.700 unit yang ditawarkan, telah tercatat 7.000 peminat yang mendaftarkan diri. Padahal, baru satu dari tiga menara yang telah mulai dibangun kontraktor, PT Waskita Karya.
Pembangunan Rusunami Perum Perumnas kini dipusatkan di tiga lokasi yang seluruhnya di Jakarta, yakni di Cengkareng (10 menara), Pulogebang (7 menara), dan Kemayoran (5 menara).
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |