Rumahku istanaku. Kata-kata ini sering kita dengar untuk menggambarkan betapa nyamannya rumah kita. Hari-hari yang penuh kepenatan terbayar begitu kita bersantai di rumah. Namun bila rumah yang menanti kita tersebut berantakan dan tidak nyaman, maka istirahat kita pun tak bisa tenang.
Maxloi Rumengan dan Liang, istrinya, yang tinggal di daerah Kelapa Gading juga menginginkan hal ini. Saking sibuknya, saat-saat di rumah adalah saat paling menyenangkan bagi mereka. Mereka sangat menikmati kegiatan menonton TV dan bersantai bersama keluarga. Tetapi rumah tempat mereka beristirahat sudah dirasa tidak dapat menyediakan kenyamanan lagi. Perumahan yang padat membuat tidak ada lagi udara segar masuk ke dalam rumah. Selain itu, kondisi rumah yang sumpek juga membuat mereka tidak bisa menikmati istirahat mereka.
Karena itu, pasangan ini meminta bantuan Bernie Agusta HP untuk mendesain ulang rumah mereka agar bisa dijadikan tempat beristirahat di tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Renovasi ini dilakukan mulai dari mengorbankan beberapa ruangan sampai menata ulang zoning ruang agar rumah menjadi lebih nyaman.
Kejutan untuk Anak
Karena kedua anaknya tinggal di luar negeri, Maxloi dan Liang ingin memberikan kejutan untuk kedua buah hati mereka saat pulang nanti. Mereka ingin mengubah total rumah mereka menjadi sebuah rumah tinggal yang sangat nyaman.
Rumah dua lantai dengan luas 230 meter persegi itu dirombak sejak Agustus 2005, dan diselesaikan pada awal Desember 2005, termasuk mengganti seluruh furnitur yang mengisi rumah ini. Pekerjaan renovasi ini dilakukan secepat kilat karena ingin mengejar waktu sebelum anak-anaknya pulang.
Tidak sia-sia, usaha menyiapkan kejutan bagi kedua anaknya berhasil. Mereka sangat terkagum-kagum dengan rumah “baru” mereka. Penampilan rumah ini sudah jauh berbeda dari saat mereka tinggalkan dulu.
Mengorbankan 2 Kamar
Rumah awal yang dirasa sangat sumpek ternyata diakibatkan tidak adanya sirkulasi udara yang lancar di dalam rumah. Semua ruangan tertutup dinding-dinding masif yang membuat udara hanya berputar-putar di dalam rumah. Penerangan alami pun tidak dapat masuk dengan baik. Bahkan tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 2 sangat tidak memadai. Zoning ruang tidak jelas sehingga tidak ada pemisahan area privat dengan area publik dan membuat kegiatan yang dilakukan di rumah menjadi tidak nyaman dan terbatas.
Untuk mengubah itu semua, Bernie, sang desainer, mengorbankan dua ruang tidur di lantai 1 dan lantai 2 untuk void. Void ini difungsikan untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam rumah. Di bagian bawah void, dibuat sebuah kolam ikan agar dapat menyejukkan udara di dalam rumah. Selain itu, tangga yang tadinya sangat sempit dan tertutup dibuat lebih lebar dan diberi view langsung ke arah kolam agar cahaya matahari dapat langsung masuk dan menerangi tangga. Material yang dipakai pun dipilih material alami, seperti beberapa jenis batu alam. Ini karena selain perawatannya mudah, juga lebih mendekatkan penghuni rumah dengan alam.
Perjelas Zoning Ruang
Selain membuat sebuah void dan memperlebar tangga, Bernie pun membuat zoning ruang yang jelas agar kegiatan yang ada di rumah ini dapat dilakukan dengan lebih leluasa. Area publik dan semipublik seperti ruang tamu, ruang makan, dan ruang servis, ditempatkan di lantai dasar.
Sedangkan ruangan yang lebih privat, yaitu ruang tidur dan ruang keluarga, diletakkan di lantai 2. Sekarang Maxloi dan Liang dapat menikmati hari libur di rumahnya tanpa terganggu oleh kebisingan dan udara kotor di luar rumah. (lia)
LOKASI: KEDIAMAN KELUARGA MAXLOI RUMENGAN-LIANG, KELAPA GADING, JAKARTA
Sumber: Tabloid Rumah
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |