Indonesia Kekurangan 15 Ribu Penyuluh KB
Video
Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:11 WIB

KENDARI, SELASA - Seiring otonomi daerah dan bertambahnya jumlah desa serta kelurahan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini kekurangan 15 ribu petugas penyuluh lapangan keluarga berencana (PPLKB) di seluruh Indonesia.
   
"Sebelum desentralisasi, petugas PLKB di Indonesia mencapai 26.500 orang dengan jumlah desa/kelurahan 60 ribu lebih," kata Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) BKKBN Pusat, Drs Hariyadi di Kendari, Selasa (26/8).

Namun, kata Hariyadi, setelah otonomi daerah, desa dan kelurahan bertambah menjadi 75 ribu lebih dan petugas PLKB tersisa 21 ribu orang karena banyak yang sudah pindah ke instansi lain.

Direktur PEK BKKBN Pusat itu berada di Kota Kendari dalam rangkaian kegiatan sosialisasi dan temu kader antara PLKB, UPPKS, dan kelompok penggerak KB selama dua hari (25-26 Agustus 2008) untuk tingkat Regional Timur yang dipusatkan di ibukota Provinsi Sultra itu.

Menurut Hariyadi, perlunya penambahan petugas PLKB itu karena dengan bertambahnya jumlah desa/kelurahan otomatis jangkauan tugas dan pelayanan oleh para penyuluh KB lebih luas lagi.

"Idealnya, setiap petugas penyuluh harus membina 2-3 desa, namun kenyataan saat ini rata-rata setiap petugas menjangkau rata-rata di atas 10 desa/kelurahan," katanya.

Untuk lebih mengoptimalkan kerja para petugas penyuluh KB, Pemerintah telah menganggarkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) sejak tahun 2007 sebesar Rp280 miliar.

Bantuan DAK tersebut untuk pengadaan kendaraan operasional setiap petugas KB dan bantuan biaya operasional lapangan yang jumlahnya sudah dituangkan melalui Keputusan Presiden yang antara lain menyebutkan bahwa setiap PLKB mendapat bantuan biaya operasional sebagai petugas fungsional antara Rp500 ribu hingga Rp600 ribu perbulan sesuai dengan golongan masing-masing.

Khusus alokasi DAK di Sultra, Hariyadi yang didampingi Sekretaris BKKBN Provinsi Sultra, Drs Kasim Pagala mengatakan, nilainya lebih dari Rp4 miliar.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan temu kader yang berlangsung selama dua hari, diikuti sebanyak 100 peserta. Khusus peserta dari luar Sultra  yang hadir di antaranya, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sultra sebagai tuan rumah.


AC
Sumber : Antara
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Julian @ Rabu, 27 Agustus 2008 | 15:53 WIB
gimana caranay mendaftar menjadi penyuluh kb mau melamar gitu lho
bross @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:32 WIB
saya sndiri yakin,banyak org yg mau jadi relawan.saya jg mau kok..itung2 brbuat sesuatu buat bangsa,ktimbang hari2 nongkrong yg g jelas..bisanya ngeluarin komentar2 atw kritik2 aj..
bross @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:25 WIB
waduh gimana caranya ya ???? mau nanya juga susah...gimana caranya dapat info tentang ini?? mang harus ada tenaga khusus ya?? g bisa pake relawan??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile97
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS